Sabtu, 14 Maret 2015

Syarat Mendengar dan Melihat dengan Baik











Bagaimana Orang Bisa Melihat?

Ya karena punya mata dan bisa melek. Betul. Duluuuww sekali.. masyarakat Yunani kuno juga menjawab seperti itu. Pada waktu itu, sebagaimana teori emanasi yang dikemukakan Plato, orang beranggapan bahwa mata manusia merupakan sumber cahaya dan cahaya yang dipancarkan tersebut berfungsi seperti serabut peraba. Bila serabut peraba itu mengenai suatu benda, maka akan nampaklah benda itu dalam penglihatan manusia.
Namun, beberapa abad kemudian anggapan orang tersebut terpatahkan oleh pertanyaan Aristoteles: Bila mata manusia memiliki serabut peraba, mengapa manusia tidak dapat melihat suatu benda di tempat yang gelap? Berawal dari pertanyaan tersebut, muncul pemikiran baru bahwa manusia bisa melihat bukan hanya karena memiliki mata, namun juga karena adanya dukungan cahaya. Namun ternyata, pemikiran baru tersebut juga tidak sepenuhnya benar. Faktanya, ada banyak juga orang yang memiliki mata dan berada di tempat yang terang, namun tidak dapat melihat benda - benda di sekelilingnya.
Pada masa kini, para ahli berpendapat bahwa ada 3 syarat yang harus terpenuhi agar orang dapat melihat suatu benda, yaitu:
1.      Cahaya yang dipancarkan oleh benda yang menjadi obyek penglihatan manusia itu harus dapat memasuki bolamata.
2.      Sistem optis bolamata harus cukup kejernihannya dan mampu memfokuskan cahaya tepat pada retina
3.      Sel-sel conus (Reseptor) retina harus mampu mengubah rangsangan cahaya menjadi impul syaraf dan meneruskanya ke otak untuk diolah menjadi sensasi penglihatan. Karena pada hakekatnya penglihatan itu terjadi bukan di bolamata, melainkan diotak.
Jadi, bukan mata yang memancarkan cahaya, namun benda lah yang memancarkan cahaya (menjadi sumber cahaya) sehingga dapat dilihat oleh manusia. Suatu benda disebut sebagai sumber cahaya primer jika cahaya yang dipancarkannya dibangkitkan oleh benda itu sendiri. Namun, jika cahaya yang dipancarkan oleh benda tersebut merupakan pantulan dari sumber cahaya lain, maka benda tersebut dianggap sebagai sumber cahaya sekunder. Bila benda yang menjadi obyek penglihatan manusia itu letaknya jauh dari bolamata, maka cahaya yang dipancarkannya dianggap datangnya sejajar. Sebaliknya, bila benda yang menjadi obyek penglihatan manusia itu letaknya dekat dengan bolamata, maka cahaya yang dipancarkannya dianggap datangnya menyebar.
Masuknya cahaya yang dipancarkan oleh suatu benda ke dalam bola mata manusia, akan memberikan kemungkinan manusia dapat melihat benda tersebut. Tapi, itu bukan jaminan. Lihat lagi ketiga persyaratan di atas.
System optis dalam bola mata terdiri dari empat komponen, yang bila diurutkan dari posisi terdepan yaitu : kornea, humor aqueus, lensa kristalin, dan vitreous humor. Keempat komponen itulah yang disebut sebagai media refrakta atau media pembias.
Kornea merupakan suatu jaringan yang transparan dan, pada kondisi normal, tidak berpembuluh darah. Ujung jari kita dapat menyentuhnya. Luas daerah kornea ini kira - kira sedikit lebih besar dari area lingkaran berwarna coklat (pada kebanyakan orang Asia, dan biru pada orang Eropa). Di area itulah lensa kontak menempel. Kornea mempunyai daya bias 36 s/d 50 dioptri.
Humor Aqueus merupakan cairan bening yang mengisi bilik mata depan (suatu ruang yang berada di antara kornea dan iris), dan bilik mata belakang (ruang yang berada diantara iris dan lensa kristalin).
Lensa kristalin, adalah jaringan yang bersifat sebagaimana kornea, transparan dan tak berpembuluh darah. Bentuknya kira - kira seperti kue apam, dan berdaya bias 19,11 s/d 33,06 dioptri.
Vitreous humor adalah jaringan seperti agar - agar bening yang mengisi sebagian besar bolamata. Bagian depan dibatasi oleh lensa kristalin, belakang oleh retina.

Cahaya yang dipancarkan oleh suatu benda, masuk ke bolamata dan dibiaskan oleh keempat komponen media refrakta tersebut hingga terfokus tepat di retina dan membentuk bayangan mini dan terbalik dari benda tersebut. Mirip seperti yang terjadi di dalam kamera pada saat digunakan untuk mengambil gambar.

Bayangan mini tersebut oleh sel - sel reseptor (terutama sel kerucut) di retina akan diubah menjadi impuls - impuls syaraf yang kemudian diteruskan ke otak oleh nervus opticus. Di otak, impuls - impuls tersebut selanjutnya diolah menjadi sensasi penglihatan. Saat itulah manuasia baru menyadari tentang wujud benda yang dilihatnya.

 

Tips Merawat Mata Supaya Selalu Sehat     

1. Periksalah mata setiap 12 bulan sekali
Namanya masalah penglihatan, sudah tentu apabila kalian didiamkan berlarut-larut akan bertambah parah. Sebaiknya periksakan mata kalian ke dokter mata untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sejak dini.
2. Pakai Kaca Mata Anti UV
Bukannya bergaya atau apa, sinar UV ternyata bisa merusak mata jadi sebaiknya gunakanlah kacamata yang bisa memantulkan sinar UV.
3. Mengonsumsi sayuran berdaun hijau tua
Tahukan kalian mengapa harus sayuran yang berwarna hijau? Hal tersebut dikarenakan sayuran berdaun hijau tua memiliki lutein dan zeaxanthin, yaitu dua jenis karotenoid yang berguna untuk mengurangi resiko katarak serta penurunan daya penglihatan yang diakibatkan oleh gangguan di pusat retina mata kalian. Kalian bisa mengkonsumsinya sekitar 2 porsi sehari.
4. Penggunaan cahaya yang cukup
kalau sedang membaca atau menonton kalian harus ingat bahwa cahaya yang cukup akan lebih baik supaya mata kalian tidak rusak. Pasti dari kecil orang tua selalu menasehati kalian seperti ini.
5. Istirahatkan mata Anda
Jika kalian sering melihat layar komputer, sudah mata kalian akan cepat lelah. Hal tersebut disebabkan karena mata kalian 25% lebih sedikit berkedip dibanding kondisi biasanya sehingga mata kalian akan kering. Tips Cara Merawat Mata Agar Tetap Sehat Oleh karena itu apabila kalian sedang membaca lama atau memandang layar monitor berlama-lama, kalian harus ingat untuk mengistirahatkan mata kalian agar mata kalian tidak lelah. Nanti minus lho.
6. Gunakan filter monitor
Filter layar monitor berguna untuk mengurangi radiasi dan sinar yang menyilaukan untuk mata kalian. Jadi apabila kalian sering bekerja di depan layar monitor, pasanglah filter monitor agar mata kalian tidak rusak.

7. Mengonsumsi antioksidan
Kalian tahu? Mengkonsumsu buah-buahan seperti buah berry, plum, dan ceri dapat meminimalkan kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas (contohnya sinar matahari, polusi, dan debu), serta mengurangi risiko pengerasan lensa yang dapat memicu katarak. Setidaknya konsumsilah makanan yang mengandung antioksidan 2x dalam sehari.
8. Mengonsumsi wortel
Wortel mengandung betakaroten yang berfungsi untuk menjaga mata agar selalu sehat.
9. Berolahragalah!
Hasil studi menunjukkan berolahraga aerobik dapat menurunkan tekanan di dalam mata kalian sehingga mengurangi resiko glaukom. Jadi jangan lupa untuk berolahraga setidaknya 3x dalam seminggu.
10. Mengonsumsi multivitamin
National Eye Institute memberitahukan bahwa vitamin C, E, B6, dan B12, beta karoten, tembaga, dan seng dapat memperlambat penurunan gangguan penglihatan mata manusia. Namun sebaiknya sebelum mengkonsumsi suplemen, sebaiknya kalian penuhi dulu dari yang alami seperti buah-buahan dan wortel.

Mendengarkan adalah Syarat sebuah Komunikasi yang Efektif
Mendengar adalah salah satu keterampilan yang penting dalam kehidupan kita. Apakah Anda seorang ayah, seorang murid, seorang guru, seorang ibu rumah tangga, seorang pembicara publik atau yang lain Anda butuh menguasai keterampilan ini. Seberapa baik Anda mendengar akan berdampak pada profesi atau pekerjaan Anda dan hubungan Anda dengan orang lain.  Mendengar yang efektif adalah Memperhatikan dengan Simpatik apa yang lawan bicara Anda ungkapkan.
Kenapa Anda harus Mendengar?
mendengar dalam komunikasiSetiap Individu cenderung ingin didengarkan dibanding mendengarkan, sedemikian jalan sukses Anda adalah bagaimana mengendalikan diri untuk Mengerti Terlebih Dahulu sebelum Dimengerti.  Kebanyakan orang lupa akan Kemampuan Mendengar yang Baik.  Mendengar mempunyai beberapa tujuan yakni:
·         Anda akan Mendapatkan Informasi
·         Anda akan Mamahami
·         Anda akan Mampu Menyelesaikan Masalah
·         Anda akan Belajar
·         Anda akan Mendapatkan Kesenangan
Penelitian menunjukkan bahwa memori otak didapatkan antara 25-50 persen dari apa yang Anda dengar.   Hal ini mempertegas bahwa jika Anda tengah berbicara kepada orang lain, maka setengah dari pembicaraan akan terlupakan.  Coba Anda melihat sejauh mana pada setiap Pertemuan, Seminar atau Rapat, telah mendengarkan dengan Benar dan Sungguh-sungguh.  Anda perlu pahami bahwa dengan Mendengar secara otomatis akan meningkatkan Produktivitas Anda dikarenakan Kemampuan dalam Komunikasi yang Efektif.  Karena itulah Mendengar merupakan salah satu syarat dalam Komunikasi Efektif.
Bagaimana Anda dapat menjadi Pendengar yang Aktif
1. Pusatkan Perhatian Anda
Semua orang suka diperhatikan, termasuk Anda. Saya yakin ketika Anda berbicara kepada orang lain, dan mereka berpaling muka atau bicara sendiri tentu hati Anda terasa sakit. Sama halnya dengan orang lain yang sedang berbicara kepada Anda, jika Anda tidak memperhatikan pasti mereka juga akan terluka. Jadi bersikaplah baik dengan betul-betul memperhatikan pembicara dengan sungguh-sungguh. Caranya adalah dengan melihat ke arah pembicara, konsentrasi, matikan HP Anda, jangan bicara sendiri dan jangan berpaling muka.
2. Tunjukkan Kesungguhan Anda
Serius atau tidaknya Anda dalam mendengar akan tampak jelas dari bahasa tubuh Anda. Bisa jadi Anda bilang serius tapi kalau bahasa tubuh Anda tidak menunjukkan demikian, bisa jadi keseriusan Anda hanya sekian persen. Untuk itu tunjukkan keseriusan Anda dengan baik dengan cara memberikan anggukan, senyuman, atau mencondongkan badan agak ke depan.
3. Berikan umpan balik positif
Sebuah umpan balik yang paling nyata adalah dengan mengajukan pertanyaan. Ketika Anda mendengar bisa jadi ada beberapa hal yang kurang Anda pahami atau perlu sebuah penjelasan lebih lanjut. Untuk itu sebagai pendengar yang baik Anda harus bertanya kepada pembicara atau lawan bicara. Jangan biarkan keraguan menghantui Anda. Selain hal ini penting buat Anda sebagai pendengar, ini juga akan memberikan manfaat untuk pembicara atau lawan bicara Anda. Minimal itu bisa menjadi evaluasi buat mereka atas apa yang telah disampaikannya.
4. Jangan Menghakimi
Salah satu kesalahan terburuk sebagai pendengar adalah menghakimi atau memberikan penilaian buruk sebelum pembicara atau lawan bicara selesai menyampaikan apa yang disampaikan. Terlebih jika penilaian itu tidak masuk akal. Hal ini sering kali terjadi, tanpa memberikan alasan yang jelas seseorang tiba-tiba membantah dengan membabi buta apa yang disampaikan oleh lawan bicara. Anda tidak perlu memotong apa yang dikatakan orang sebelum mereka menyelesaikannya.
5. Lakukan Refleksi

Salah satu tahap yang tak kalah penting sebagai pendengar yang aktif adalah melakukan refleksi. Refleksi adalah suatu proses pencatatan terhadap poin-poin penting yang disampaikan pembicara atau lawan bicara Anda. Sadarilah bahwa daya ingat Anda itu terbatas, dan salah satu cara terbaik adalah dengan mencatat. Percayalah catatan Anda akan menjadi investasi penting buat hidup Anda dan perjalanan karier Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar